Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 April 2010

The BCG Growth - Share Matrix



The BCG Growth-Share Matrix is a portfolio planning model developed by Bruce Henderson of the Boston Consulting Group in the early 1970's. It is based on the observation that a company's business units can be classified into four categories based on combinations of market growth and market share relative to the largest competitor, hence the name "growth-share". Market growth serves as a proxy for industry attractiveness, and relative market share serves as a proxy for competitive advantage. The growth-share matrix thus maps the business unit positions within these two important determinants of profitability.


BCG Growth-Share Matrix


This framework assumes that an increase in relative market share will result in an increase in the generation of cash. This assumption often is true because of the experience curve; increased relative market share implies that the firm is moving forward on the experience curve relative to its competitors, thus developing a cost advantage. A second assumption is that a growing market requires investment in assets to increase capacity and therefore results in the consumption of cash. Thus the position of a business on the growth-share matrix provides an indication of its cash generation and its cash consumption.

Henderson reasoned that the cash required by rapidly growing business units could be obtained from the firm's other business units that were at a more mature stage and generating significant cash. By investing to become the market share leader in a rapidly growing market, the business unit could move along the experience curve and develop a cost advantage. From this reasoning, the BCG Growth-Share Matrix was born.

The four categories are:

  • Dogs - Dogs have low market share and a low growth rate and thus neither generate nor consume a large amount of cash. However, dogs are cash traps because of the money tied up in a business that has little potential. Such businesses are candidates for divestiture.
  • Question marks - Question marks are growing rapidly and thus consume large amounts of cash, but because they have low market shares they do not generate much cash. The result is a large net cash comsumption. A question mark (also known as a "problem child") has the potential to gain market share and become a star, and eventually a cash cow when the market growth slows. If the question mark does not succeed in becoming the market leader, then after perhaps years of cash consumption it will degenerate into a dog when the market growth declines. Question marks must be analyzed carefully in order to determine whether they are worth the investment required to grow market share.
  • Stars - Stars generate large amounts of cash because of their strong relative market share, but also consume large amounts of cash because of their high growth rate; therefore the cash in each direction approximately nets out. If a star can maintain its large market share, it will become a cash cow when the market growth rate declines. The portfolio of a diversified company always should have stars that will become the next cash cows and ensure future cash generation.
  • Cash cows - As leaders in a mature market, cash cows exhibit a return on assets that is greater than the market growth rate, and thus generate more cash than they consume. Such business units should be "milked", extracting the profits and investing as little cash as possible. Cash cows provide the cash required to turn question marks into market leaders, to cover the administrative costs of the company, to fund research and development, to service the corporate debt, and to pay dividends to shareholders. Because the cash cow generates a relatively stable cash flow, its value can be determined with reasonable accuracy by calculating the present value of its cash stream using a discounted cash flow analysis.

Under the growth-share matrix model, as an industry matures and its growth rate declines, a business unit will become either a cash cow or a dog, determined soley by whether it had become the market leader during the period of high growth.

While originally developed as a model for resource allocation among the various business units in a corporation, the growth-share matrix also can be used for resource allocation among products within a single business unit. Its simplicity is its strength - the relative positions of the firm's entire business portfolio can be displayed in a single diagram.

Limitations

The growth-share matrix once was used widely, but has since faded from popularity as more comprehensive models have been developed. Some of its weaknesses are:

  • Market growth rate is only one factor in industry attractiveness, and relative market share is only one factor in competitive advantage. The growth-share matrix overlooks many other factors in these two important determinants of profitability.
  • The framework assumes that each business unit is independent of the others. In some cases, a business unit that is a "dog" may be helping other business units gain a competitive advantage.
  • The matrix depends heavily upon the breadth of the definition of the market. A business unit may dominate its small niche, but have very low market share in the overall industry. In such a case, the definition of the market can make the difference between a dog and a cash cow.

While its importance has diminished, the BCG matrix still can serve as a simple tool for viewing a corporation's business portfolio at a glance, and may serve as a starting point for discussing resource allocation among strategic business units.



Sumber : www.NetMBA.com


Analisis Matrix SWOT



Salah satu model perencanaan strategis adalah analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities dan Threats).

S dan W mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dalam hal ini berkaitan dengan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemberian motivasi dan pengendalian). S dan W juga mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pada fungsi bisnis yaitu : merancang pemasaran dan produk; produksi dan penawaran; sumber daya manusia; dan keuangan.

O dan T merupakan analisis eksternal – berupa peluang dan ancaman yang meliputi aspek : sosial, teknologi, ekonomi, politik, hukum, lingkungan, demografi dan pesaing.

Dalam analisis matrix SWOT diterapkan sistem “skoring” untuk unsur-unsur yang dianggap penting. Makna pemberian persentase skor dapat terlihat pada tabel berikut.


Skor SWOT

Makna

%




90 –

100

Tertinggi untuk SWOT


80 –

89

Sangat tinggi atau jelas SWOT


70 –

79

Tinggi SWOT


60 –

69

Unsur penting SWOT


50 –

59

Parsial SWOT


40 –

49

Salah satu atau dua wilayah saja SWOT


30 –

39

Kecil sekali SWOT


20 –

29

Hampir tidak ada SWOT


0 – 19

Tidak ada SWOT


“Bobot” menunjukkan kepentingan relatif dari sub-elemen dalam komponen SWOT pada setiap perusahaan dari waktu ke waktu. Untuk perusahaan baru, aspek S dan W –nya tentu berbeda dengan perusahaan yang sudah berdiri, khususnya di aspek kinerja. Di sini analisis harus mencatat berbagai macam perbedaan yang ada pada laporan tersebut.



Sumber : berbagai sumber


Analisis BCG


Teknik analisis ini berwujud matriks yang mencerminkan kajian “heterogen product”. Pada matriks ini diketengahkan berbagai “keputusan diagnostik” yang mengisyaratkan bahwa suatu perusahaan bisa mengalokasikan sumberdayanya pada berbagai produk dan atau jasa yang produktif .


Asumsi dasar yang melingkupi analisis BCG :

· Pangsa pasar suatu produk atau jasa relatif besar dan sedang menanjak secara pesat, umumnya cenderung menghasilkan profitabilitas yang tinggi dan berada pada tingkat persaingan yang stabil.


· Sebaliknya bila suatu produk perusahaan mengalami pertumbuhan pasar yang lamban, upaya peningkatan pangsa pasarnya memerlukan biaya besar. Dalam kondisi ini BCG menganjurkan agar dana tunai yang didistribusikan untuk kegiatan usaha disesuaikan dengan pengembangan pangsa pasarnya.

· Setiap perusahaan akan mengambil opsi strategi pertumbuhan pangsa pasar bila memiliki keunggulan daya saing dan mempunyai uang cukup untuk pengembangan itu.



Penjelasan Ilustrasi Matriks BCG :

· Bintang menggambarkan kondisi perusahaan yang pasarnya melesat, di samping itu pangsa pasarnya juga besar, sehingga perusahaan mudah memperoleh dana tunai. Keadaan ini memudahkan perusahaan melakukan investasi-investasi baru. Jadi perusahaan yang berada pada posisi bintang mempunyai kemungkinan terbaik untuk mengembangkan investasinya.


· Sapi perahan menggambarkan perusahaan mengalami pertumbuhan pasar yang rendah, tetapi mempunyai pangsa pasar tinggi. Kondisi ini masih memungkinkan rendahnya biaya (economies of scale) dan laba yang tidak maksimal. Implikasinya, biaya investasi ulang juga rendah bahkan bisa tidak ada. Dengan demikian bisa dikatakan perusahaan berada pada situasi yang apa adanya (tidak ekspansi).


· Anjing merupakan kondisi perusahaan yang pertumbuhan produk dan pasarnya rendah dan memiliki pangsa pasar yang juga rendah. Keadaan demikian mengakibatkan laba perusahaan kecil. Untuk mempertahankan eksistensinya, perusahaan perlu tambahan dana. Upaya meminimalkan risiko lain dengan cara perusahaan dilikuidasi.


· Tanda tanya mencerminkan kondisi perusahaan yang pangsa pasar produknya menanjak pesat tetapi mempunyai pangsa pasar rendah. Keadaan seperti ini sangat buruk. Kebutuhan dana tunainya tinggi tetapi pendapatannya rendah. Dalam kondisi pertumbuhan tinggi seperti ini, pangsa pasar akan lebih mudah ditingkatkan jika ada dana tunai dibandingkan dalam keadaan anjing, karenanya akan dapat berubah mencapai bintang. Kalau strategi ini dilaksanakan, maka dalam jangka pendek akan terjadi aliran kas keluar (cash out), dalam rangka pelunasan pangsa pasar. Harapannya, tentu dikemudian hari terjadi hal yang sebaliknya – aliran kas masuk (cash in). Jika rekayasa/mengubah usaha seperti itu gagal, sebagian aktivitas bisnisnya hendaknya ditinggalkan.


Dari apa yang telah dibahas, bisa diketengahkan bahwa analisis BCG bertujuan mengembangkan keseimbangan antara berbagai portofolio produk. Posisi bintang dan sapi perahan diharapkan akan mencapai omzet penjualan yang besar. Sedang posisi tanda tanya relatif hanya sedikit dan posisi anjing sangat sedikit.



Sumber : berbagai sumber


Jumat, 19 Maret 2010

Manajemen Strategi & Kebijakan Perusahaan


1. Pengertian Manajemen Strategi

Menurut Thomas L.Wheelen – J.David Hunger manajemen strategi adalah serangkaian dari pada keputusan majerial dan kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Kegiatan tersebut terdiri dari perumusan / perencanaan strategi,pelaksanaan / implementasi, dan evaluasi.

2. Tujuan Manajemen Strategi

1. Memberikan Arah Pencapaian Tujuan Organisasi / Perusahaan.

Dalam hal ini, manajer strategi harus mampu menunjukan kepada semua pihak kemana arah tujuan organisasi / perusahaan. Karena, arah yang jelas akan dapat dijadikan landasan untuk pengendalian dan mengevaluasi keberhasilan.

2. Membantu Memikirkan Kepentingan Berbagai Pihak.

Organisasi / perusahaan harus mempertemukan kebutuhan berbagai pihak, pemasok, karyawan, pemegang saham, pihak perbankan, dan masyarakat luas lainnya yang terkait dengan perusahaan atau disebut dengan istilah Stakeholder Benefits, memegang peranan terhadap sukses atau gagalnya perusahaan.

3. Dapat Mengantisipasi Setiap Perubahan Kembali Secara Merata.

Manajemen strategi memungkinkan eksekutif puncak untuk mengantisipasi perubahan dan menyiapkan pedoman dan pengendalian, sehingga dapat memperluas kerangka waktu/ berpikir mereka secara prespektif dan memahami konstribusi yang baik untuk hari ini dan hari esok.

4. Berhubungan dengan Efisiensi dan Efektifitas.

Tanggung jawab seorang manajer bukan hanya mengkonsentrasikan terhadap kemampuan atas kepentingan efisiensi, akan tetapi hendaknya juga mempunyai perhatian yang serius agar bekerja keras melakukan sesuatu secara lebih baik dan efektif.

3. Proses Pengambilan Keputusan Strategi

1. Pengambilan keputusan yang rasional analisis, yaitu pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan semua alternatif maupun segala akibat dari pilihan yang dapat dilihatnya dan menyusun segala akibatnya tersebut dengan memperhatikan skala pilihan yang pasti dan memilih alternatif yang memberikan hasil maksimum.

2. Pengambilan keputusan secara intuitif emosional, yaitu pengambilan keputusan dengan menggunakan perasaan, pengalaman, pemikiran, reflektif, dan naluri dangan menggunakan proses jiwa dibawah sadar.

3. Pengambilan keputusan secara perilaku politis, yaitu pengambilan keputusan dengan menggunakan sejumlah tekanan dari orang lain dan terpengaruh oleh keputusan mereka.

4. Kesimpulan Manajemen Strategi

1. Manajemen strategi pada intinya adalah memilih alternatif strategi yang terbaik bagi organisasi / perusahaan dalam segala hal untuk mendukung gerak usaha perusahaan.

2. Perusahaan harus melaksanakan menajemen strategi secara terus menerus dan harus fleksibel dengan tuntutan kondisi di lapangan.

Sabtu, 06 Maret 2010

Rencana Bisnis Sepatu



Bagian 1: Profil Bisnis

Keterangan tentang Bisnis saya


Saya merencanakan untuk memasarkan produk sepatu dan sandal yang terbuat dari kulit sapi dan kambing. Jenis produk ini akan dirancang, diproduksi, dan dikemas di rumah saya.

Pasar dan Pelanggan yang Menjadi Sasaran

Para pelanggan saya adalah jaringan toko serba ada yang memberi potongan harga dengan peringkat kredit dan reputasi bagus untuk pembayaran tepat waktu. Ini meliputi Albertson’s, Costco, Fleming, Wal-Mart, K-Mart, Target, dan toko tertentu lainnya.

Kecenderungan Pertumbuhan dalam Bisnis ini

Perlu menyesuaikan informasi ini dengan produk sasaran yang Anda inginkan. Dapatkah Anda – berdasarkan sumber-sumber perdagangan yang ada – mencatat laju pertumbuhan yang diperkirakan untuk industri Anda? Apabila sumber industri tidak tersedia, Anda perlu memberikan penjelasan yang logis tentang kecenderungan dan potensi pasar tujuan Anda. Segmen ini akan menyediakan informasi bagi Anda dan pendukung Anda tentang apakah pasar untuk produk Anda sedang tumbuh atau menyusut.

Kekuatan Harga

Pada awalnya saya tidak menikmati kekuatan harga dalam memasarkan produk sepatu. Jaringan toko yang memberi potongan harga terutama tertarik pada harga. Agar mencapai biaya yang lebih rendah daripada para pesaing yang lebih besar, saya berencana untuk melakukan hal-hal berikut ini:

1. Menggunakan sisa kulit sapi yang masih layak sebagai bahan baku

2. Menjaga kualitas produk yang dihasilkan

3. Menyediakan jasa service gratis sekali untuk setiap pembelian

Tujuan utama saya adalah mengembangkan sebuah garis produk yang begitu unik dan mempromosikannya dengan begitu efektif sehingga para pelanggan bersedia membayar harga yang lebih tinggi. Tujuan jangka panjang saya adalah membangun pasar yang tidak semata-mata didasarkan pada harga. Fitur unik yang saya tawarkan meliputi: desain produk sepatu lain daripada yang lain, serta saya dapat menirukan model sepatu yang diinginkan pelanggan.


Bagian 2: Visi dan Orang

Saya telah memiliki rencana jangka panjang di dalam bisnis ini untuk saya sendiri dan untuk memanfaatkan pengetahuan bisnis khusus yang telah saya peroleh. Saya telah membangun hubungan bisnis dengan beberapa vendor, pembeli dari jaringan toko potongan harga, dan sumber daya manufaktur.

Beberapa alasan mengapa rencana saya realistis adalah: ingin mencoba peruntungan di dunia usaha. Saya merupakan orang yang tepat untuk mengejar peluang ini karena: saya mempunyai pengalaman dibidang pembuatan sepatu.

Ada kondisi pasar tertentu yang menguntungkan saya untuk memulai bisnis ini saat ini.

Mereka adalah: masih sedikitnya jumlah pengusaha sepatu di jakarta.

Orang

Pengalaman Kerja Terkait dengan Bisnis yang Diminati

Pengalaman kerja saya adalah sebagai berikut:

Ayah saya sebelumnya seorang pengusaha sepatu.

Riwayat Pribadi dan Sertifikat Pendidikan

SERTIFIKAT PENDIDIKAN:

Pendidikan saya meliputi: Sekolah menengah negeri 19 , lulus dari sekolah menengah 2006 (angkatan 2003 ).

Pendidikan lebih tinggi saya meliputi gelar sarjana ekonomi yang diperoleh pada tahun 2010 pada universitas Gunadarma , ditempuh selama 4 tahun.

Lisensi

Toko Sepatu Asia akan memerlukan lisensi sebagai berikut: Saya perlu meneliti persyaratan untuk lokasi saya sendiri dan keadaan sekitarnya:

1. Balai Kota: Ini meliputi departemen perizinan bisnis, departemen perencanaan, departemen pembangunan, departemen kesehatan, dll.

3. Pengacara saya, Suzie Catchum, akan menyediakan daftar periksa.

Asuransi

Saya berencana memanfaatkan jasa agen asuransi Paul Premium. Polis dan batas premi asuransi saya adalah sebagai berikut:

Tuan Premium akan menyediakan tabulasi dari seluruh polis suransi dan batasan kewajiban asuransi.


Bagian 3: Tanah dan Bangunan

Kriteria Lokasi

Selama tahap persiapan sekitar 6-12 bulan, saya berencana menjalankan untuk mengoperasikan usaha di kantor rumah. Segera setelah bisnis saya didirikan, kantor maka kebutuhan awal kantor saya adalah sekitar 100 meter persegi dengan dua ruangan kantor pribadi dan satu ruangan produksi. Kriteria kantor saya meliputi:

1. Kenyamanan seperti rumah saya.

2. Sewa jangka pendek selama 1-2 tahun dengan dua kali pilihan perpanjangan 1 tahun.

3. Ketentuan sewa yang disediakan oleh tuan tanah menyediakan ruangan untuk perluasan kepada saya dengan klausul keluar apabila ruangan untuk ekspansi tidak tersedia.

4. Tataletak kantor termasuk renovasi penghuni disediakan oleh tuan tanah. Lihat Bukti

"C".

5. Kajian ulang oleh pengacara tentang sewa.

6. Penggunaan daftar periksa sewa yang dilampirkan sebagai bukti.

Penggunaan kriteria lokasi ini memberi saya pengalaman dalam menangani sewa ruangan yang lebih luas di masa mendatang yang relatif dekat. Rencana pertumbuhan masa mendatang meliputi penyewaan gudang untuk barang dagangan. Saya akan membebani diri sendiri dengan sejumlah kewajiban sewa besar yang akan dikaji ulang dengan cermat. Penelitian lokasi mencakup:

·1 kebutuhan ruangan

·2 kebutuhan masa depan

·3 studi analisis lokasi, jika diperlukan (lampirkan)

·4 studi demografis, jika diperlukan (lampirkan)

·5 daftar sewa (lampirkan)

·6 perkiraan biaya okupansi dalam % penjualan

·7 Penetapan wilayah dan persetujuan penggunaan


Bagian 4: Akuntansi dan Arus Kas

Akuntansi

Pengetahuan saya tentang akuntansi adalah: membuat laporan keuangan untuk Toko Sepatu Asia sebagai bahan analisa hasil keuntungan yang diperoleh dalam usaha tersebut.

Akuntan saya: Saya berencana bekerja dengan Norman Numbers.

Program perangkat lunak akuntansi dan penggajian: Saya akan menggunakan sistem berikut ini: value plus.

Metode akuntansi: Saya akan menggunakan metode akuntansi akrual karena ini biasanya dibutuhkan oleh IRS untuk bisnis yang berhubungan dengan manufaktur dan inventaris.

Catatan bisnis: Saya akan menyimpan rekening dan catatan Toko Sepatu Asia terpisah dari catatan pribadi saya.

Persoalan pajak: Akuntan saya, Tuan Numbers, akan membantu saya menyiapkan catatan untuk pembayaran dan pajak jaminan sosial, perkiraan pembayaran pajak penghasilan, pajak upah, dan penangguhan pajak upah.

Pengendalian intern: Tuan Numbers juga akan membantu saya mengatur pengendalian yang sesuai untuk penanganan dana dalam bisnis saya termasuk kebijakan dan pengendalian inventaris. Pembelian, pencarian modal, dan penandatanganan cek tidak akan didelegasikan.

Laporan kuartalan: Pajak akan dibayarkan sesuai jadwal. Tuan Numbers akan membantu saya menyiapkan catatan izin penjualan kembali untuk pelaporan kepada dewan pajak waralaba.

Rekonsiliasi rekening bank: Rekening bank akan direkonsiliasi setiap bulan.

Neraca: Terlampir adalah pengungkapan terpisah dari neraca awal saya. Termasuk di dalamnya adalah jadwal kebutuhan peralatan dan perlengkapan tetap yang akan muncul pada neraca saya.

Laporan laba rugi: Terlampir adalah proyeksi laporan laba rugi saya untuk enam bulan pertama dan satu tahun.

Perencanaan Arus Kas

Telampir adalah pengungkapan terpisah untuk analisis arus kas dalam satu tahun, termasuk perkiraan penjualan, seluruh biaya, dan kebutuhan modal. Saya telah memasukkan sebuah daftar periksa dari semua pos pengeluaran untuk dimasukkan kedalam proyeksi arus kas saya.

Analisis Biaya

Terlampir adalah perincian biaya per pos dari setiap produk Toko Sepatu Asia yang akan masuk dalam jenis produk awal saya. Mark-up sasaran awal saya adalah 5%.

Pengendalian Intern

Akuntan saya, Norman Numbers, mempunyai pengalaman internasional dalam jenis bisnis saya yang termasuk perdagangan internasional. Dia akan membantu saya menyiapkan sebuah sistem pengendalian internal untuk memastikan bahwa Toko Sepatu Asia akan menerima seluruh pendapatanya tanpa ada yang tersedot oleh pemborosan, penipuan, ketidakjujuran karyawan, atau kesembronoan.

Ini akan mencakup kebijakan inventaris termasuk siapa yang dapat menandatangani barang dan jasa dan siapa yang mengendalikan pengeluaran barang dan jasa. Termasuk dalam kebijakan pengendalian intern adalah persyaratan bahwa satu-satunya orang yang berhak mengesahkan pesanan pembelian, mencari modal, dan menandatangani cek adalah saya sendiri.


Bagian 5: Pembiayaan

Strategi Pembiayaan

Kebutuhan saya untuk modal awal adalah:

Terlampir adalah daftar pengeluaran yang akan saya butuhkan baik modal awal maupun pembiayaan. Segala pos ini mencakup pembelian persediaan, mendapatkan komputer, perlengkapan dan perlengkapan tetap, peralatan, pengeluaran perjalanan, dan biaya overhead awal. Segala pengeluaran ini termasuk ke dalam proyeksi arus kas bulanan untuk menunjukkan kebutuhan uang tunai yang terus menerus.

Sumber uang tunai saya untuk memulai bisnis adalah: Saya telah menyediakan sebuah spreadsheet yang menunjukkan semua sumber modal awal.

Segala sumber pembiayaan saya untuk memulai bisnis ditunjukkan dalam spreadsheet berikut ini. Walaupun saya tidak menggantungkan diri pada bank untuk memperoleh pembiayaan, tetapi beberapa sumber daya lain akan tersedia bagi saya seperti sewa peralatan perlengkapan tetap, kredit dari pemasok, kredit dengan agunan tanah bangunan, dll. Referensi yang tersedia bagi saya termasuk kontak berikut ini yang berguna dengan beberapa lembaga pemberi pinjaman: akuntan saya, Small Business Administration, teman, kerabat, dll.

Saya siap menyajikan presentasi kepada calon pemberi pinjaman. Kit presentasi saya mencakup rencana bisnis ini, laporan keuangan pribadi saya, dan laporan pajak pribadi saya. Saya akan bersedia dengan kebutuhan khusus untuk pembiayaan yang saya butuhkan, program perluasannya dan berbagai pembayaran kembali saya. Saya akan melengkapi laporan ke calon pemberi pinjaman dengan proyeksi arus kas yang menunjukkan sumber pembayaran kembali dan saya akan bertindak konservatif dengan ramalan saya.


Bagian 6: Pemasaran

Rencana Pemasaran

Saya berencana fokus terhadap semua upaya pemasaran awal tentang pengadaan tumpuan pada sebuah jaringan toko serba ada yang akan menyediakan potongan harga. Secara pribadi saya akan bertanggung jawab terhadap kontak dengan para pembeli yang sesuai. Kelengkapan jenis produk saya akan disajikan sebagai sebuah paket termasuk segala aksesoris peragaan yang terikat kedalam kebijakan pengadaan barang dari setiap jaringan. Pada mulanya, struktur harga saya akan didasarkan pada mark-up maksimum sebesar 5% untuk menyediakan insentif harga yang kuat. Saya akan mangandalkan pada kombinasi antara gaya yang segar, kualitas, dan harga untuk menerobos kedalam pasar ini.

Rencana Pemasangan Iklan dan Promosi

Rencana Jangka Pendek (6 hingga 12 bulan): Pada mulanya pemasangan iklan dan promosi oleh saya akan dilakukan secara pribadi sepenuhnya tanpa ada anggaran untuk pemayaran iklan. Para nasabah saya membutuhkan kunjungan dari pemimpin vendor mereka. Rencananya saya akan membatasi anggaran pemasangan iklan menjadi pengeluaran perjalanan pribadi dalam penyajian presentasi ini dan presentasi tindak lanjut.

Rencana Jangka Menengah (12 hingga 36 bulan): Untuk mendapatkan pengakuan merek pada tingkat eceran, saya berencana manganggarkan 5% dari penjualan saya untuk pemasangan iklan bersama dengan para nasabah toko serba ada diskon saya. Saya akan meminta presentasi dari agen iklan setempat.

Rencana Jangka Panjang: Saya berencana membangun pengakuan merek dan kesetiaan secara agresif dengan menganggarkan 20% dari penjualan yang akan dialokasikan untuk pemasangan iklan di jurnal perdagangan, majalah nasabah yang sesuai, dan pemasangan iklan gabungan dengan para nasabah saya.

Pembelian dan Pengendalian Inventaris

Untuk melengkapi persediaan barang, saya berencana mengambil bagian dalam pelacakan tepat waktu dengan para nasabah saya, dengan memanfaatkan keberadaan sistem komputer online dari bisnis ke bisnis. Sedapat mungkin, pemakaian gudang akan ddiatur sejarang mungkin dengan pemanfaatan sistem pengiriman secara langsung dan cepat. Prosedur berikut ini akan dilaksanakan.

Kami akan meminta syarat pembayaran dalam 30 hari dan menawarkan 2% potongan harga untuk 10 hari.

Sebuah sistem pengendalian inventaris akan dipertahankan.

Semua barang dagangan yang diterima akan dihitung dan diperiksa.

Kami akan membayar para kontraktor kami secara tepat waktu dan setia kepada mereka.

Kami akan meminta dan mendapatkan diskonto waktu.

Pesanan Pembelian akan mencakup:

Harga dan jangka waktu

Perlindungan harga

Selalu tertulis

Spesifikasi lengkap

Batas waktu pengiriman

Semua janji akan diperiksa kebenarannya secara tertulis

Semua kemungkinan yang layak akan dimasukkan dalam pesanan pembelian

Setiap perubahan atau tambahan wajib mendapatkan persetujuan tertulis lebih dulu

Pengendalian intern akan diberlakukan untuk pengiriman dan penerimaan

Kebijakan Pelatihan

Pada awalnya saya akan menangani secara pribadi penjualan ke nasabah toko serba ada diskon saya. Seiring dengan perluasan bisnis saya, maka saya bermaksud memasarkan ke pengecer yang lebih kecil. Saya akan mempekerjakan rekanan penjual yang mendapat kepercayaan dari para pembeli ukuran kecil yang ingin berhubungan dengan vendor yang berpengetahuan dan membantu. Untuk mencapai kualitas ini, saya mencari karakteristik berikut ini di dalam diri karyawan pemasaran. Orang yang:

· Senang melakukan apa yang mereka kerjakan

· Pembelajar cepat

· Memiliki pandangan tentang citra yang menyenangkan dan positif

· Menyukai orang dan berhubungan dengan baik dengan mereka

· Suka membantu nasabah dan rekanan kerja

· Ambisius dan ingin mengembangkan tanggung jawab

Saya akan mengikuti daftar periksa dalam mempekerjakan rekanan pemasaran:

· Memiliki kebijakan pengangkatan karyawan termasuk struktur penggajian tertulis, komisi

Kompensasi dan fasilitas.

· Membuat uraian bagi setiap orang.

· Melakukan pertemuan pemasaran yang terus menerus.

· Memiliki kebijakan dan prosedur tertulis tentang penanganan terhadap keluhan nasabah.

· Menjaga pedoman yang jelas untuk kebijakan penetapan harga dan penanganan terhadap pertanyaan nasabah.

Persaingan

Pesaing utama saya adalah Colossal Plastics Company. Saya telah memasukkan daftar semua pesaing utama di dalam bisnis ini dan memberi gambaran singkat termasuk kepada siapa mereka menjual produknya. (Sediakan tabulasi dari para pesaing ini).

Bagaimana Saya Berencana Mengambil Keuntungan dari Kelemahan Pesaing

Pesaing terbesar saya adalah Kyoto yang telah memiliki 20 tahun riwayat keberhasilan dan telah mendapat pengakuan merek yang baik. Namun mereka telah membangun struktur overhead yang sangat besar, yang tidak akan saya lakukan. Mereka juga lambat dalam membuat perubahan dan dalam memperbarui jenis produknya. Saya merencanakan mengatasi keunggulan mereka dengan rancangan baru dan segar, kerja seni, dan kemasan yang menarik dan dengan penetapan harga yang sangat kompetitif. Saya bermaksud memperkenalkan penambahan dan penyempurnaan pada jenis produk secara terus-menerus.

Juga, profil pengguna akhir saya adalah keluarga muda yang tidak terkesan oleh merek jenis produk lama. Beroperasi dengan biaya overhead yang sangat rendah, saya yakin saya bisa mendapatkan pijakan di pasar ini. Profil serupa dari pesaing utama saya terlampir dan menunjukkan kelemahan mereka dan bagaimana saya berencana mengatasi kekurangan ini.

Bagian 7: Program Pertumbuhan

Perluasan

Segera setelah bisnis saya didirikan, maka saya berencana melaksanakan strategi pertumbuhan berikut ini. Saya memperkirakan butuh waktu sekitar 1 tahun untuk mendapatkan pengalaman dan tingkat laba yang memadai sebelum rencana perluasan dilaksanakan.

Strategi pertumbuhan saya akan dipandu oleh hal-hal berikut:

Saya tidak akan menerapkan jadwal waktu yang kaku untuk perluasan namun akan menunggu hingga memperoleh pengalaman, pendapatan, dan arus kas yang kuat.

Pengendalian akuntansi dan arus kas akan diberlakukan dan laporan laba rugi akan disiapkan untuk setiap perluasan unit berdasarkan laporan setiap 6 bulan.

Pengendalian intern untuk akuntansi, penanganan uang dan inventaris akan diberlakukan.

Pengacara saya akan mengkaji ulang semua dokumen berkenaan dengan perluasan. Ini akan mencakup sewa, ketenagakerjaan, dan perjanjian insentif, lisensi, dan perjanjian waralaba, komitmen penting dengan vendor dan nasabah, dll.

Saya bermaksud agar rencana perluasan tidak akan mengubah kebijakan saya untuk meluangkan waktu dengan keluarga.

Kebijakan pengangkatan karyawan dan pelatihan akan diberlakukan. Rencana tunjangan tambahan akan diberlakukan.

Saya bermaksud mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab ke personal manajemen perluasan dengan syarat-syarat sebagai berikut:

1. Para manajer akan dimotivasi oleh sebuah rencana insentif laba yang akan dikaitkan dengan keberhasilan manajer masing-masing. Rencana saya akan dibuat tertulis, diutarakan dengan sederhana dan menurut pertanggungjawaban berkala yang sering. Contoh dari rencana kompensasi insentif buat manajer terlampir.

2. Alokasi modal dan penandatanganan cek tidak akan didelegasikan.

Saya bermaksud mempertahankan penelitian terhadap para pesaing saya. Keberhasilan dan kegagalan mereka akan membantu saya membentuk panduan tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak.

Penanganan Permasalahan Utama

Kebijakan saya dalam menangani masalah adalah dengan mengidentifikasi dan mengenali masalah dengan cepat dan jujur. Saya berencana memperluas sejumlah kebijakan berikut ini segera setelah saya menemukan kejadian yang dapat berakibat buruk selama program pertumbuhan:

Risiko kehabisan uang tunai: Saya berencana memelihara proyeksi arus kas dengan sangat sering (3 bulanan). Peramalan terhadap pendapatan, pengeluaran, dan hal-hal tidak terduga akan dinyatakan secara konservatif. Setiap ada peristiwa kekurangan uang tunai akan segera diperbaiki secepatnya dengan memotong biaya untuk mempertahankan arus kas dan keuntungan yang positif.

Penurunan penjualan atau penjualan tidak mencapai target:

1. Saya siap secepatnya mengambil langkah perbaikan dengan memotong biaya.

2. Saya aka memperbaiki setiap aspek dari nilai produk, kinerja, dan citra.

3. Saya akan mencari cara baru untuk memperluas penjualan dengan menjaga kualitas.

4. Saya berencana bertahan dengan bisnis khusus ini yang saya kenal paling baik ini, kecuali kalau ada hal-hal yang tidak baik dan fatal.

Ketidakjujuran, pencurian, penyusutan: Saya bermaksud melaksanakan kebijakan yang sama yang telah dibuktikan oleh Kyoto, salah satu pesaing utama saya.

Resesi bisnis: Saya siap memotong biaya untuk menjaga likuiditas. Saya juga akan mencari peluang bisnis yang bagus selama masa keterpurukan.


Template Design by SkinCorner